Jumat, 04 Januari 2013

Hate or Love Chapter 14



Hate or Love Chapter 14



Hate or Love Chapter 14
“escape”

Selamat tinggal Morgan.
Author’s POV

Morgan masih terduduk di taman kampus. Mencoba mencerna semua perkataan yang tadi Citra ucapkan. Apa hubungan mereka sudah berakhir? Benar-benar berakhir? Mungkin iya.

Tiba-tiba handphone Morgan bergetar

Aku tahu kamu bakal ke sini,Morgan. – Rexa

Morgan hanya mengabaikan sms itu. Yang dia pikirkan sekarang hanyalah Citra. Kenapa kenyataan ini begitu tidak adil? Memisahkan dua orang manusia yang saling mencintai. Membiarkan air mata menjadi saksi kesedihan hati mereka berdua.

Morgan dan Citra sama sama melewatkan kelas mereka saat itu. Masing-masing dari mereka masih kurang bisa menerima semua ini. Walaupun Citra yang meminta hubungannya dengan Morgan berakhir tetapi dia juga yang sulit menerima bahwa hubungan mereka harus berakhir.

**

Seperti janjinya,Morgan pergi menjenguk Rexa di rumah sakit. Sebenarnya dia lebih ingin bertemu dengan Citra dan membicarakan hubungan mereka yang bisa diibaratkan seperti benang kusut itu, tapi dia tahu bahwa akan lebih bahaya lagi jika mama nya tau bahwa dia belum sempat menjenguk Rexa.

Morgan sampai di Rumah Sakit itu. Setelah memarkirkan mobilnya di pelataran parkir rumah sakit itu, Morgan membuka sms dari mama nya yang berisi tempat dirawatnya Rexa.

Ruang 4026

Morgan pun melangkah masuk  ke Rumah Sakit. Banyak pasien yang memperhatikan Morgan. Banyak orang yang senyum senyum melihat Morgan. Bahkan, ada slah satu pasien anak kecil ingin berfoto bersama dia. Morgan sudah terbiasa dengan hal itu, setiap dia pergi pasti selalu ada yang meminta berfoto dengannya. Resiko jadi Artis papan atas

Sampai lah Morgan di ruang rawat Rexa. Dilihatnya Rexa yang sedang tertidur pulas. Morgan menyimpan buah yang tadi dia beli di suppermarket saat perjalanan ke Rumah Sakit. Atas usulan mama nya.

Morgan jadi berfikir. Apa perlakuan dia kepada Rexa keterlaluan? Dulu mereka sahabat, tetapi kenapa sekarang mereka jadi mempunyai jarak? Siapa yang membuat jarak antara mereka? Morgan jelas tau siapa yang membuat itu. Dia. Dirinya sendiri.

Tapi, mungkin berada di posisi Morgan adalah posisi yang membingungkan. Bila dia terus berada di dekat Rexa dia seprti memberi harapan kosong pada Rexa yang jelas jelas sangat menyukai Morgan.
Di sisi lain, jika Morgan menjauh. Rexa pun akan bersikap berbeda padanya. Dan karena itu lah ada jarak diantara mereka.

Mungkin memang saatnya Rexa mengetahui kalau cintanya tidak akan pernah bisa terbalas oleh Morgan. Di saat morgan akan beranjak pergi, tiba-tiba tangan Rexa menahannya.

“Jangan pergi Morgan” pinta Rexa. Rexa perlahan membuka matanya, “Bukannya kamu baru dateng?” tanyanya.
Morgan mendekat kemabli dan membalas pegangan tangan Rexa, “Aku gak akan kemana mana kok.”
Senyum Rexa tersungging di bibir pucatnya. Sungguh yang dibutuhkan Rexa kali ini hanya Morgan, “Aku seneng kamu dateng ke sini. Aku pikir kamu gak bakal dateng”
“Aku pasti dateng. Gak mungkin aku gak dateng.” Kebohongan baru saja dikatakan Morgan. Ya hanya ini yang bisa membuat hati Rexa baik
Rexa menaikan tempat tidurnya agar bisa terduduk. Dia melepas selang oksigen yang terpasang dihidungnya dan langsung memeluk Morgan, “Aku...Gak mau kehilangan kamu.”
Saat itu juga, air mata Rexa mulai turun,Morgan yang masih kaget karena pelukan Rexa yang tiba-tiba merasakan bahwa Rexa sedang menangis dipelukannya.

Di saat seperti ini, Rexa terlihat begitu lemah. Rexa merasa semangat hidupnya adalah Morgan. Tujuan hidupnya adalah Morgan. Jika ada yang merebut Morgan dari sisinya, itu tandanya hidupnya pun ikut direbut.

**

Citra’s POV

Morning Saturday!
Pagi yang cerah ini sayang buat dilewatin. Lupakan dulu masalah-masalah yang lalu. So, enjoy your Saturday.

Gue keluar kamar, melihat mama,papa dan Tahsya yang sedang asyik dengan kegiatan masing-masing. Gue nyamperin mama yang lagi sibuk di bar dapur, “Lagi ngapain ma?”
“Cuman lagi nata kue kok. Oh iya, mama punya sesuatu buat kamu.” Kata mama. Mama pergi ke kamarnya lalu mengambil sebuah amplop coklat berukuran sedang dan ngasih itu ke gue.
“Ini apaan ma?”
“hem.. tiket buat ke korea.” Jawab mama
Gue diem sebentar. Gak salah? Tiket ke Korea buat gue? “Ma.. maksudnya?”
“Ini tiket ke korea. Liburan buat kamu. Mama liat kamu lagi banyak masalah akhir-akhir ini. Ambil aja cuti kuliah. Setelah baikan kamu pulang ke indonesia dan mulai lagi kuliah.”

Aaaa! Gue seneng banget! Akhirnya gue bisa liburan juga! Ke korea lagi, kece banget deh!

Gue langsung packing dan beli perlengkapan untuk ke korea. Mulai dari baju dan perlengkapan lainnya. Di korea sekarang lagi musim dingin dan gue tau pasti lebih  dingin dari dinginnya Indonesia.

Korea! Ready for the trip!

**
Author’s POV

Beberapa hari sebelum Citra pergi  ke Korea. Dia mengurus masalah kuliahnya dahulu di sini. Dia mengambil cuti kuliah. Di kampus dia bertemu Reza
“Citra” sapa Reza
“Eh,Hai za.” Sapa Citra kembali
“Akhir akhir ini loe jarang masuk kelas. Kemana? Sibuk amat.”
“Oh,hehe. Gue mau ngambil cuti kuliah dulu.” Kata Citra
“Cuti kuliah? Emangnya.. loe mau ngapain sampai ngambil cuti gitu.” Tanya Reza heran. Reza yang notabennya artis sibuk pun tidak sampai mengambil cuti kuliah._.
“hehe, gue mau pergi. Mau nenangin diri dulu. Ya.. kabur dulu dari kehidupan di sini. Hehe.” Kata Citra
“Emang loe mau pergi ke mana?” tanya Reza
“Korea.” Jawab Citra singkat
“Korea?! Morgan udah tau soal ini?” tanya Reza
Citra terdiam. Raut wajahnya berubah dalam beberapa detik,benar juga apa kata Reza, “Hem.. gak za. Biar dia tau sendiri. Lagian kita udah gak ada apa-apa lagi kok.” Kata Citra dengan nada yang dibuat sesantai mungkin.
Reza kelihatan kaget dengan jawaban Citra. Bagaimana bisa mereka putus? Pasti hal ini ada sangkut pautnya dengan Rexa, pikirnya. “maksud loe udah gak ada apa-apa? Kalian putus?”
Citra hanya tersenyum, “udah deh loe gak usah kelebih kepo gitu. Dah! Sampai ketemu nanti!” Citra pun pergi meninggalkan Reza

**
Morgan masih setia di Rumah sakit menemani Rexa selagi dia mempunyai jatah liburan dari smash. Member SMASH diberi libur selama satu setengah minggu sebelum latihan mempersiapkan tour padat selama 1 bulan.

Selama Morgan di sana, Rexa mengalami banyak kemajuan. Rexa menjadi lebih semangat untuk sembuh dibandingkan sebelumnya.

Siang itu, Morgan sedang menemani Rexa di rumah sakit. Tiba-tiba Reza datang untuk menemui Morgan.

“Hai za.” Sapa Rexa kepada Reza
“Eh hai Rexa. Gimana keadaan loe? Nih gue bawain buah buat loe. Dari anak-anak, hehe” kata Reza menyimpan buah buahan yang dia bawa.
“Loe repot amat, makasih loh za.”
“Siap,sama-sama. Eh gue boleh ngobrol bentar sama Morgan gak?” pinta Reza
Rexa melihat sebentar ke arah Morgan yang sama-sama bingung, “Oh oke, kalian ngobrol aja.”
Morgan dan Reza pun keluar dari ruang rawat Rexa

“Ada apaan?” tanya Morgan.
“Bro, loe udah putus sama Citra? Kenap agak cerita ke gue bro?” tanya Reza.
Morgan langsung berubah ekspresi sama seperti waktu Reza menanyakan hal ini pada Citra,”Oh itu. Kirain apaan. Kenapa sih emang? Kayaknya loe ribet banget sama masalah itu.”kata Morgan
“Loe gak usah ngeles gitu deh. Loe masih sayang kan sama Citra?” kata Reza
Morgan melihat ke arah reza, “Loe gak perlu urusin pribadi gue. Biar gue aja yang nyelesain ini semua.” Kata Morgan dan langsung beranjak dari kursinya.
Sebelum Morgan masuk ke ruang rawat Reza lagi, Reza sedikit berteriak, “Citra ke Korea!”
Morgan langsung menghentikan langkahnya. “Dia bakal di sana beberapa waktu ke depan dan gue tau loe belum tau soal ini.” Kata Reza. Mimik muka Morgan langsung berubah menjadi penasaran sekaligus kaget
Reza langsung mendekat ke arah Morgan, “Gue gak tau seberapa lama dia bakal di sana. Tapi gue harap, loe bisa tahan dia. Kalau loe masih sayang sama dia.” Setelah itu, mimik muka Morgan menjadi seperti biasa agar Rexa tidak tau tentang hal itu. Morgan pun langsung masuk ke ruang rawat Rexa ‘tanpa’ mengabaikan perkataan Reza.

“ada apa Gan?” tanay Rexa dengan senyumannya pada Morgan. Syukurlah, Rexa tidak mendengar percakapan mereka tadi
“Engga, cuman masalah SMASH kok. Gak penting-penting amat.” Kata Morgan
“Oh. Hmm Reza mana?” tanya Rexa lagi.
“Oh, dia langsung pulang. Katanya salam buat kamu.” Kata Morgan dengan senyum. Agar Rexa tidak curiga.

Tidak lama handphone Morgan berbunyi

“Citra berangkat besok lusa jam 9 pagi. Sekarang terserah loe mau gimana”-Reza

**

Akhirnya hari keberangkatan Citra ke korea telah tiba. Hari itu juga, Rexa keluar dari rumah sakit. Morgan menjemput Rexa pulang. Di hari-hari sebelumnya setelah Reza datang, Rexa menjadi lebih memerhatikan sikap Morgan dan dia sendiripun terkesan menjadi pendiam.

Rexa’s POV

Morgan ada di sini. Bersama gue. Tapi, gue gak yakin hati dan pikirannya ada di sini juga. Yang gue tau, hari ini hari keberangkatan Citra ke Korea. Ya gue emang tahu. Gak mungkin gue gak denger teriakan Reza waktu itu. Gue tau, karena gue juga baca sms Reza ke Morgan waktu morgan lagi tidur. Kenapa Morgan ngerahasian ini semua dari gue?

Mereka putus pasti penyebab nya gue. Gue gak tau harus seneng atau sedih ngedenger mereka berdua putus. Setau gue, mereka saling sayang dan entah kenapa konflik yang ada di hubungan mereka itu penyebab utamanya selalu gue. Apa gue emang diciptakan buat ganggu hubungan mereka?

Mungkin juga, Morgan tau soal pertunangan itu.

Sebenernya gue udah tau dari lama. Sebelum Citra masuk ke kehidupan Morgan. Mama yang mengusulkan perjodohan itu ke mama Morgan.

Dulu, gue pikir Morgan bisa nerima gue. Melihat gue sama dia yang terus-terus bareng enath itu liburan maupun apa. Selama morgan jadi atis pun gak pernah lost contact. Tapi ternyata, semua anggapan gue itu salah. Morgan cuman nganggep gue adiknya. Gak lebih. Sedangkan gue? Gue pengen milikin dia sepenuhnya. Lebih dari sekedar sahabat.

Terlebih lagi waktu gue tau ternyata ada yang mengisi hati Morgan saat itu. Citra orangnya.

“Rexa.” Sapa Morgan.
,“eh.. hmm apa?”
“kenapa ngelamun. Seneng dong! Hari ini kamu kan pulang”  kata Morgan
“Morgan.”
“Apa?” jawab Morgan dengan senyumannya
“Kamu jangan pura-pura ceria di depan aku.”
“Pura-pura ceria? Siapa? Aku? Engga..” kata Morgan keheranan.
“Dan jangan coba bohongin aku.”
Sekarang Morgan diam. Mungkin dia tau gue udah sadar atas kelakuan dia.
“Kenapa gak ke bandara?”
Morgan masih tetap diam dan melihat ke arah gue. Sekarang mungkin dia tau gue ternyata tau semuanya.
“Bukannya hari ini Citra pergi ke Korea?” tanya gue lagi
“...”
“Jawab Mor...”
Morgan memotong pembicaraan gue, “Karena aku lebih pengen nemenin kamu di sini. Karena yang lebih butuh aku sekarang kamu. Bukan Citra.”
Seketika air mata gue jatuh. Perlahan makin banyak. Morgan memegang pundak gue. “Maafin aku.”
Morgan mensejajarkan tingginya dengan gue yang duduk di tempat tidur,”maafin aku yang udah jadi penyebab putusnya kalian berdua.”
Morgan langsung memeluk gue,”kamu gak perlu minta maaf. Ini semua bukan salah kamu. Memang takdir yang berkata. Yang terpenting, sekarang aku di sini sama kamu.”
“kamu gak akan nyesel?” tanya gue dalam pelukannya
“Nyesel? Nyesel kenapa?”
“udah ngelewatin pertemuan terakhir kalian saat ini. Sebelum nanti Citra balik ke Indonesia?”
“Gak adayang perlu di sesali,Rexa. Kamu tenang aja.” Kata Morgan

Kamu bohong Morgan. Semua gak baik-baik aja. Sebenernya seharusnya kamu di bandara. Bukan di sini. Itu mau kamu.

Citra’s POV

1 jam lagi. Gue memulai perjalanan gue ke Korea. Pelarian gue.

Sebenerny, gue pengen ngasih tau Morgan tentang hal ini dan jujur juga, gue gak mungkin bisa seceptnya ngelupain dia.

Apa kabar dia sekarang? Gue denger, dia sekarang lagi nemenin Rexa di rumah sakit. Apa... ah udahlah. Gak mungkin dia tau gue bakal ke korea. Mungkin juga dia udah mulai nerima Rexa dihidupnya.

Secara, yang namanya cowok gampang banget move on.

“Citra!” tiba-tiba Reza dateng. Ngos-ngosan depan gue.
“Reza. Ngapain loe ke sini?”
“Menurut loe? Ya mau ketemu loe lah! Cape nih gue lari-lari.  Takut telat ketemu loe.”
“Lagian. Ngapain loe cape cape ke sini.”
Waktu gue sama eza lagi ngobrol tiba-tiba ada fans nya yang minta foto ke Reza

“makasih ya kak. Eh kak Reza, ini kak Citra kan? Pacarnya kak Morgan?” tanya fans itu.
-_-Morgan lagi morgan lagi. Gak tau apa ni anak gue pengen move on.
“hehehe iya. Ini kak Citra.”

Percakapan itu berakhir dengan kecanggungan-_-

**

Akhirnya. Gue udah duduk di pesawat. Gue gak sabar buat menginjak negeri ginseng itu. Yap. Semoga, musim dingin di korea ini jadi saksi kebahagian gue.

Author’s POV

Sepeninggal Citra ke Korea, Morgan disibukan dengan latihan bersama SMASH. Yap. Menyiapkan tour besar mereka. Tour langkah mereka untuk bisa go internasional. Korea. Ta, negeri yang sama dengan negeri yang Citra kunjungi itu. Tapi,Morgan tidak yakin bisa menemui Citra di sana.

Yap. Kita lihat saja nanti..

**

Suatu malam, Rexa sedang termenung di kamarnya. Memikirkan tentang kejadian kejadian dirinya bersama Morgan. Juga Citra. Sekarang apa yang harus dia lakukan. Untuk terus menjadi pengganggu hubungan mereka pun bukan hal yang baik. Tapi, merelakan morgan? Itu lebih buruk.

Dia pun baru mendapat kabar bahwa Morgan benar-benar menolak perjodohan itu. Jadi, kemungkinan besar Morgan masih mengharapkan Citra. Memang benar, semua ini dilakukan Morgan hanya untuk membuat Rexa nyaman. Tidak ada perasaan di sana.

Rexa ingin melihat Morgan bahagia. Lebih bahagia lagi bila Morgan bahagia karenanya. Tapi, semua kebahagiaan Morgan hanya ada pada diri Citra.

Seketika terpkir oleh Rexa untuk menyusul Citra ke Korea.. Membicarakan hal ini,berdua.
Tapi, mana mungkin?

**

Citra’s POV

Hufft.. akhirnya sampai juga di Bandar Udara Internasional Incheon. Memang gak salah bandara ini sebagai bandara terbaik sedunia. Memang nyamn banget di sini.

Gue mendorong koper gue untuk mencari orang kenalan papa yang sudah papa suru untuk menemani gue selama di korea. Katanya, dia cewek seumuran gue dan orang asli korea. Seru juga, ngobrolnya pasti nyaman.

Gue mencari cewek itu ditengah banyaknya orang yang sedang membawa nametag berisikan nama orangyang akan dijemputnya. Dari sekian orang itu gue menemukan nama gue dibawa oleh seorang cewek korea cantik.

“Citra” (영상)

Gue langsung nyamperin cewek itu. Cewek itu juga langsung nyamperin gue.

“Hi. Are you Citra from Indonesia?”(Hei, apa kamu Citra dari Indonesia?)tanyanya
“Oh,yes I’m. What’s your name?”(Oh,iya. Siapa namamu?) tanya gue. Untung aja cewek ini bisa bahasa inggris.
“Oh, I’m Yoo Hyun-sik. You can call me Hyun.”(Oh, aku Yoo Hyun-Sik. Kamu bisa memanggil saya Hyun)
“Ow,okay. Nice to meet you Hyun.” (Ow,oke. Senang bertemu denganmu)
“Okay. Nice to meet you too,Citra. BTW, dont you feel cold? You didn’t wear sweater.”(Okay.Senang bertemu kamu juga. BTW, kamu tidak merasa kedinginan? Kamu tidak memakai switer) Tanyanya lagi.
“Oh, I just want to say that. Where is the fitting room? Or.. toilet..”(Oh. Aku baru saja mau berkata itu.Dimana kamar gantinya? Atau.. toilet..)  tanya gue. Ternyata di luar sana dingin banget.
“Oh,no. You can change your clothes at Hotel. There’s heating facilities here.”(Oh,tidak perlu. Kamu bisa mengganti pakaianmu di hotel. Disini ada fasilitas pemanas.) Katanya
Pantas daritadi gue gak merasa gak terlalu kedinginan. “Oh okay, lets go to the Hotel.” Kataku mengajaknya pergi.

Yoo Hyun-sik ternyata orangnya ramah. Biasanya gue gak bisa berkomunikasi dengan lancar kalau sama orang asing. Tapi dia nyenengin dan bisa ngajak gue bercanda walaupun baru ketemu.




BTW, gue nyampe ke sini jam 3 sore waktu seoul. Hufft.. Ternyata dinginnya korea lebih dingin dari yang gue bayangin. Buktinya waktu gue keluar dari mobil, dinginnya kebangetan. Walaupun gue udah dikasih pinjem mantel yang dipake Hyun. Pantes aja mama khawatir banget.

Tapi, untuk tinggal di sini beberapa bulan ke depan mungkin gue udah terbiasa. Hehe...


Oke Seoul petualangan kita baru saja akan dimulai!




(To Be Continue)

Thanks For reading. See you in “Hate or Love Chapter 15”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar